Info Delegasi
Pengadilan Tinggi
Logo Pengadilan Agama Sungai Penuh

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pengadilan Agama Sungai Penuh

Jl. Depati Parbo No.4444, Karya Bakti, Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, Jambi 37111

Telp. (0748) 22728. Faks: Fax. (0748) 323464, Email: info@pa-sungaipenuh.go.id

Logo Artikel

608 WOW KETUA PTA JAMBI JADI NARA SUMBER BINCANG SANTAI BKDZN

Wow, Ketua PTA Jambi Jadi Nara Sumber Bincang Santai BKDZN

BKDZN KETUA PTA JAMBI POTO

Sekretaris PA Sengeti, Yudhistira Adi Pinto, S.E., M.H (atas) memandu bincang sangai BKDZN dengan Nara Sumber Ketua PTA Jambi, Dr. Drs. H. Pelmizar, M.H.I.  (bawah)

JAMBI – Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi, Dr. Drs. H. Pelmizar, M.H.I,  sukses menjadi nara sumber pada bincang santai Gerakan Moral Berani Keluar Dari Zona Nyaman (BKDZN).

Dalam bincang santai yang dipandu Sekretaris Pengadilan Agama Sengeti, Yudhistira Adi Pinto, S.E, M.H, Ketua PTA Jambi tampil apik selama lebih dari 90 menit.

 

Bincang santai ini ditonton langsung lebih dari 70 penonton dari berbagai pengadilan di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, founder BKDZN yang juga Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI pun ikut menyaksikan langsung bincang santai ini. Selain itu juga sejumlah pimpinan Pengadilan Tinggi Agama, pimpinan Pengadilan Agama, Hakim, pejabat struktural, fungsional serta staf dan PPNPN pengadilan seluruh Indonesia.       

Selain disaksikan langsung melalui live instagram @Yudhi_pinto, bincang santai ini juga telah disaksikan oleh ratusan penontot di live delaynya.

Ketua PTA Jambi, dalam kesempatan ini menyampaikan banyak hal, mulai dari pengalamannya memimpin lembaga pengadilan di berbagai pengadilan agama di Indonesia, bahkan juga memberikan tips-tips jitu kepada junior-juniornya agar dapat mencintai lembaga pengadilan sepenuh hati.

Menjadi pemimpin, kata Pak Datuak (begitu sapaan akrabnya), harus mengetahui bagaimana caranya mengajak bawahan untuk bisa bekerja bersama untuk memajukan lembaga peradilan.

Bagi mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  ini, dengan kebersamaan dan sering berkumpul bersama bawahan tanpa memandang strata jabatan, dirinya memastikan banyak ide dan gagasan yang akan didapat oleh seorang pemimpin.

“Saya menyerap aspirasi bawahan tanpa memandang strata dan jabatan, karena yang kita butuhkan adalah pemikirannya, baik itu dari PPNPN, siapapun juga itu, karena saya meyakini pemikiran atau ide yang cemerlang itu tidak harus lahir dari jabatan struktural, tapi juga bisa lahir dari arus bawah,” tukasnya.

Orang nomor satu di PTA Jambi ini juga menyebutkan, selama ia memimpin pengadilan agama di berbagai daerah di Indonesia, ia selalu menjemput aspirasi agar pengadilan yang ia pimpin bisa maju.

“Saya hadir di tengah teman-teman baik secara formal maupun non formal, maka saya pastikan, banyak hal yang akan kita dapatkan, saya datang ke PA-PA di daerah saya jemput aspirasi mereka, saya duduk bersama siapa saja, jangan bedakan strata dan jabatan seseorang untuk mendapatkan informasi dan gagasan, saya sampaikan ke teman-teman saya datang menjemput aspirasi, Insya Allah saya akan carikan solusinya, saya akan jembatani permasalahan yang ada,” imbuhnya.  

Menjawab berbagai pertanyaan dari peserta bincang santai, Pria kelahiran Agam, Kabupaten Lubuk Basung 12 November 1956 ini juga menyampaikan bahwa untuk dapat mengarahkan bawahan agar bekerja maksimal dirinya selalu menyentuh hati  bawahannya terlebih dahulu. Ia tidak sepakat dengan pemimpin-pemimpin yang harus marah-marah kepada bawahannya agar dapat mengikuti perintahnya.

“Sentuh hati mereka, silaturahmi ke keluarganya, kita ajak berdialog, apabila hubungan kekeluargaan sudah terbangun dengan baik, maka bawahan kita tidak akan keberatan untuk bersama-sama dengan kita selaku pimpinan mewujudkan visi misi kita, ketika kita bisa menyentuh hati seseorang, maka seseorang tersebut akan siap melangkah bersama kita untuk maju,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, untuk menginspirasi aparatur peradilan, ia juga menceritakan bagaimana ia dulunya belajar sangat keras untuk dapat merubah kehidupannya yang merupakan anak petani di desa.

Diceritakannya saat membantu orang tuanya mencangkul di sawah, dirinya berpikir, apakah akan mencangkul terus menerus di sawah sampai usia lanjut atau harus berjuang agar mendapatkan hidup yang bermakna di kemudian hari.

Berangkat dari situ lah, Pelmizar kecil menanamkan tekad yang kuat untuk berubah agar di kemudian hari bisa mendapatkan kehidupan yang layak dan bermanfaat bagi orang banyak.

“Saya belajar keras, hingga 2 kali mendapatkan akselerasi, SMP saya 2 tahun saja SD pun saya akeselerasi. Saya belajar keras hingga menjadi juara kelas karena saya tidak mau hidup stagnan begitu saja,” ujarnya.

Sebelum menjadi Pegawai Pengadilan Agama, dirinya pernah berdagang. Menariknya pada saat itu pendapatan yang ia miliki jauh lebih tinggi dari pada pendapatan menjadi seorang pegawai pengadilan agama. Namun menurutnya dengan menjadi pegawai di pengadilan agama ia bisa berbuat dan membantu orang lebih banyak.

“Ini sebenarnya berani keluar dari zona nyaman, saya tinggalkan usaha saya yang hasilnya sangat menjanjikan dan saya memilih menjadi pegawai pengadilan agama,” sebutnya.

Tak sampai di situ, dirinya tak puas apabila tidak melanjutkan pendidikan, dengan menggunakan vespa lebih kurang 160 km dari tempat ia mengabdi saat itu dirinya bersama istri terus melanjutkan pendidikan di Kota Padang agar mendapatkan gelar sarjana. Tekadnya yang kuat tersebut tentu berbuah manis, hingga akhirnya ia membuktikan tekadnya tersebut hingga menyelesaikan program doktor di Bandung.

Untuk sukses katanya, kita tidak boleh takut bermimpi jika mimpi kita selalu diiringi usaha dan  kerja keras.  “Pupuklah mimpi dan harapan beserta doa dan ikhtiar,” sebutnya.

Dari sisi pendidikan, mantan Wakil Ketua PTA Ambon ini selalu mendorong bawahannya untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuannya.

“Sebuah prinsip hidup, kemauan untuk berubah harus kita tanamkan dalam kehidupan kita, kemauan saja tentu tidak cukup. Untuk meningkatkan kemampuan bisa kita dapatkan dari pendidikan formal atau dari pengalaman yang kita dapatkan dari rekan kerja,” pungkasnya.

Inti dari semua itu tegasnya, kita berupaya agar dapar memberikan pelayanan kepada pencari keadilan, karena pelayanan prima kepada pencari keadilan adalah segala-galanya.

Sementara itu, Founder BKDZN, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekretaris PA Sengeti, Yudhistira Adi Pinto, S.E., M.H yang telah sukses menjadi host dalam bincang santai sesi delapan ini, dan juga ucapan yang sama kepada Ketua PTA Jambi yang telah bersedia berbagi pengalaman kepada pegiat BKDZN.

Dirinya berharap pegiat BKDZN bisa meneladani tekad dan semangat seorang Ketua PTA Jambi dan menjadikan pedoman dalam melaksanakan tupoksi di tempat kerja masing-masing. (Noprizal/Yudhi/BKDZN)


Sistem Informasi Penelusuran Perkara

SIPPAplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.

Lebih Lanjut

Pencarian Dokumen Putusan di Direktori Putusan Mahkamah Agung

DirPutPencarian cepat Dokumen Putusan di Database Direktori Putusan Mahkamah Agung Agung Republik Indonesia

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi

DJIHPencarian cepat peraturan dan kebijakan dalam Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Mahkamah Agung Republik Indonesia

 


Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas