Arisan Keluarga PA Sungai Penuh Ajang Mempererat Silaturahim

ARISAN 1

Suasana Arisan Keluarga PA Sungai Penuh

Tingkatkan keyakinan kita Tentang Keadilan Allah dan level kita sebagai manusia

JURDILAGA PA SPN - Membangun kebersamaan tidak selalu dengan jalan formal, namun juga dapat dibentuk melalui jalur informal.

Dan dalam rangka membangun kebersamaan sebagai sebuah keluarga besar, PA Sungai Penuh mentradisikan kegiatan Arisan Keluarga PA Sungai Penuh. Arisan keluarga ini dilaksanakan setiap akhir bulan dari rumah ke rumah.

Tepat pada hari minggu, tanggal 16 Juni 2019, dan bertepatan dengan pasca ramadhan, dilaksanakan arisan Keluarga PA Sungai Penuh bertempat di kediaman Sdr. Erivan Angga Utama (tenaga honor PA Sungai Penuh), dengan digabungkan acara halal bil halal antar sesama pegawai.

Arisan 3

 

Suasana arisan keluarga PA Sungai Penuh

Kegiatan arisan pada kesempatan tersebut dikomandoi oleh Ulil Amri.,S.H.I.,M.A (Kasubag IT dan Pelaporan) dengan agenda pembacaan surat yasin, tahlil dan doa yang dipimpin oleh Erwan Pani, S.H (Panmud Gugatan).

Dalam sambutannya, Ketua PA Sungai Penuh, Ikhsanuddin, SH, menyampaikan bahwa dalam arisan keluarga yang ke-5 ini kian terlihat keakraban, kekompakan keluarga besar PA Sungai Penuh. 

“Arisan pada dasarnya sebagai alat untuk membangun kebersamaan baik antar pegawai maupun antar keluarga, karena yang hadir dalam kegiatan arisan bukan hanya pegawai, tapi juga isteri atau suami dan anak-anak dari pegawai PA Sungai Penuh. Terlebih sekarang PA Sungai Penuh sudah memiliki Wakil Ketua, sehingga harapan kedepan PA Sungai Penuh semakin baik,” tukas Ketua PA Sungai Penuh.

ARISAN 2

Poto Bersama ibu-ibu PA Sungai Penuh usai arisan keluarga

Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua PA Sungai Penuh, Asrori Amin, juga menyampaikan banyak hal.

Diantaranya adalah sebagai warga peradilan justru cenderung tidak yakin dengan keadilan Allah Swt.

Kebaikan sekecil apapun kata Asrori, yang kita buat pasti Allah balas dengan kebaikan, dan kejahatan yang diperbuat kita atau orang, pasti allah jua balas hal yang serupa.

“Banyak manusia cenderung bermain dan suka di level bawah, baik dalam bekerja maupun dalam bermasyarakat. Bermain di level bawah beliau contohkan ketika tetangga pelit, maka kita juga perlakukan sama, ketika kawan menjauh, kita pun berbuat hal yang sama, dan itu hal yang wajar atau manusiawi. Akan tetapi rasulullah SAW mengajarkan hal yang lebih tinggi levelnya, yaitu :

  • Sambungkan silaturahmi dengan orang yang memutus silaturahmi
  • Maafkan orang yang mendhalimi kita
  • Beri orang yang bakhil kepada kita

Oleh sebab itu, menurut waka PA, momen syawal sebagai bulan peningkatan diri harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas keyakinan kita kepada Allah dan meningkatkan kualitas level kita sebagai manusia. (452021-Jurdilaga SPn)